Oleh: Joel Stein
(Dimuat dalam Majalah Time Vol. 162 No. 4, 4 Agustus 2003 Rubrik Kesehatan, halaman 46 s.d 54)
Sebuah pemikiran yang tidak dapat saya hilangkan, satu-satunya yang terus kembali dan datang pada diri saya dan kegembiraan saya adalah sebagai berikut:
Sungguh sangat membuang waktu. Saya duduk bersilang kaki dibantal warna ungu dengan mata saya tertutup di sebuah studio yoga bersama 40 orang lainnya, kebanyakan dari mereka adalah wanita yang menarik dalam pakaian olahraga.Cukup merupakan suatu prestasi bagi saya untuk tidak memikirkan tentang mereka atau tertawa terkikik-kikik. Saya telah berkonsentrasi pada suara-suara di luar, selanjutnya pada pernapasan dan selanjutnya seharusnya hanya pada realitas keadaan fisik saya saat ini – keadaan fisik yang makin memprihatinkan karena kekurangan darah di kaki kanan saya. Tetapi saya membiarkannya berlalu, selanjutnya saya membiarkan pikiran-pikiran tentang wanita-wanita menarik tersebut pergi, dan selanjutnya masa depan dan masa lalu, dan kecemasan-kecemasan saya tentang bagaimana menulis artikel ini dengan terbaik dan hanya dalam beberapa saat, saya dapat mencapainya. Seperti kegelapan yang tak terbatas, seperti suatu pemisahan dari tubuh saya dan seperti keadaan persis sebelum Anda tertidur, hanya saya dalam keadaan masih terbangun. Sungguh menyenangkan, selanjutnya dengan tiba-tiba saya mempunyai perasaan: saya mungkin melihat televisi.
Setelah 20 menit duduk, kita berhenti untuk beristirahat. Saya tidak akan mengira bahwa duduk di sebuah bantal adalah suatu aktivitas yang memerlukan istirahat. Sebelum kita mulai lagi, pelatih kita, sdri Sharon Salzberg memberikan kesempatan bertanya dan berkomentar. Beliau adalah seorang pendiri the Insight Meditation Society
Tetapi ilmu pengetahuan terbaru mengatakan bahwa orang-orang yang kelihatannya sangat memprihatinkan ini ternyata mereka mempunyai suatu kelebihan. Untuk satu hal, kemungkinan mereka akan hidup beberapa tahun lebih lama dari saya. Tidak hanya studi-studi menunjukkan bahwa meditasi menambah sistim kekebalan tubuh, tetapi gambaran-gambaran otak menunjukkan bahwa meditasi mungkin dapat kembali mengikat otak-otak mereka untuk menurunkan stress. Sementara itu, kita sebagai pihak yang tidak percaya akan menjadi minoritas. Saat ini sepuluh juta warga Amerika dewasa mengatakan mereka berlatih beberapa bentuk meditasi dengan teratur, dua kali lebih banyak daripada sepuluh tahun yang lalu. Kelas-kelas meditasi saat ini dipenuhi oleh warga Amerika yang tidak mempunyai bola-bola kristal sendiri, mereka tidak juga berlangganan majalah-majalah New Age dan bahkan tidak tinggal di
Di Universitas Maharishi di Fairfeild, Iowa, termasuk akademi-akademi, sekolah-sekolah SMA dan kelas-kelas tingkat dasar, seluruh kelompok murid sekolah tingkat dasar bermeditasi bersama dua kali sehari. The Shambala Mountain Center di Colorado Rochies, sebuah kampus lama, mempunyai tamu sekitar 1.342 orang di 1998 menjadi perkiraan 15.000 orang tahun ini. Hotel-hotel Catskills di
Tetapi minat saat ini selain berkenaan dengan budaya juga banyak berkenaan dengan medis. Meditasi dianjurkan oleh banyak dokter sebagai cara untuk mencegah, memperlambat atau setidaknya mengatasi rasa nyeri dari penyakit-penyakit kronis seperti kondisi-kondisi jantung, AIDS, kanker dan kemandulan. Meditasi juga digunakan untuk mengembalikan keseimbangan dalam menghadapi gangguan-gangguan penyakit jiwa seperti depresi, hiperaktivitas dan penyakit defisit perhatian (Attention Deficit Disorder). Dalam suatu penyatuan aliran ilmu kebatinan Timur dengan ilmu pengetahuan Barat, para dokter merangkul meditasi bukan karena untuk kepuasan hati atau kekaguman tetapi karena studi-studi ilmu pengetahuan mulai menunjukkan bahwa meditasi berguna, terutama untuk kondisi-kondisi yang berhubungan dengan stres. Daniel Goleman, penulis Destructive Emotion (suatu percakapan antara Dalai Lama dengan sekelompok para ahli ilmu syaraf) mengatakan “Penelitian meditasi selama 30 tahun memberitahu kita bahwa meditasi berhasil baik sebagai penawar stres”. “Tetapi hal yang lebih menggembirakan lagi adalah adanya penelitian baru tentang bagaimana meditasi melatih pikiran dan kembali membentuk otak”. Tes-tes memakai teknik-teknik gambaran paling canggih menunjukkan bahwa meditasi sesungguhnya dapat mengatur kembali otak, misalnya mengubah alasan disaat kemacetan lalu lintas yang membuat marah menjadi tenang. Dan juga dibandingkan dengan operasi, duduk di bantal sungguh-sungguh jauh lebih murah.
Saat meditasi menjadi suatu aspek penting dalam kehidupan, metode-metode telah dijadikan lebih moderen. Saat ini pembakaran dupa telah dikurangi, tetapi hal itu tetap merupakan inti penting dari filsafat Buddhis. Kepercayaan bahwa dengan duduk dalam kesunyian selama 10 menit sampai 40 menit sehari dengan aktif berkonsentrasi pada pernapasan atau suatu kata atau suatu gambaran, Anda dapat melatih diri sendiri untuk lebih memusatkan perhatian pada hidup saat ini daripada masa lalu dan masa depan, merenungi realitas dan menerimanya dengan sepenuhnya. Meditasi dalam bentuk moderen dan cara Amerika adalah dengan meninggalkan bagian mantra yang mengharuskan Anda menghafalkan suatu kalimat atau bahasa rahasia menjadi pemusatan perhatian Anda pada satu suara atau pernapasan Anda. Dalam sejarah kebanyakan agama dapat ditemukan suatu latihan pengulangan. Terdapat berlusin-lusin ciri khas, dari reaksi relaksasi sampai ke gtummo (suatu sesi latihan delapan jam untuk para bhikkhu Tibet yang memungkinkan mereka mengontrol temperatur pusat tubuh mereka setinggi mungkin untuk mengatasi pencemaran-pencemaran duniawi atau – bahkan lebih mengagumkan – untuk mengeringkan kain jubah basah di punggung-punggung mereka pada temperatur pegunungan Himalaya yang membeku.
Otak seperti halnya badan juga mengalami perubahan-perubahan halus selama meditasi yang mendalam. Studi-studi ilmiah pertama di tahun 60 dan 70an secara dasar membuktikan bahwa pikiran para pelaku meditasi dapat sungguh-sungguh terpusatkan. Seorang peneliti di
Dr. Herbert Benson, seorang professor medis di Harvard Medical School pada tahun 1967 menunggu sampai tengah malam untuk menyelinapkan 36 pelaku meditasi yang sedang berada dalam keadaan konsentrasi penuh ke dalam laboratoriumnya untuk mengukur detak jantung, tekanan darah, temperatur kulit dan temperatur dubur mereka. Ia menemukan bahwa saat mereka bermeditasi, mereka memakai oksigen 17 % lebih sedikit, kecepatan jantung mereka lebih lambat 3 detak per menit dan gelombang-gelombang theta otak mereka bertambah – seperti yang tampak sebelum tidur- tanpa jatuh ke dalam pola gelombang otak tidur yang sesungguhnya. Dalam buku larisnya tahun 70an berjudul The Relaxation Response, Benson yang mendirikan the Mind / Body Medical Institute memperdebatkan bahwa para pelaku meditasi menetralkan reaksi perkelahian atau hal luar biasa yang menyebabkan stres dan mencapai suatu keadaan yang lebih tenang dan bahagia. Benson mengatakan “Semua yang telah saya lakukan adalah memberikan penjelasan secara biologis tentang teknik-teknik yang telah dilakukan oleh orang-orang selama beribu-ribu tahun”.
Beberapa tahun kemudian, seorang professor ilmu penyakit jiwa di
Studi-studi tentang otak meditasi menjadi lebih canggih setelah alat penggambaran otak ditemukan. Atau, mungkin tidak juga. Pada tahun 1997 Andrew Newberg seorang ahli neurologi di Universitas Pennsylvania memasang IVs yang berisi suatu bahan pewarna yang mengandung radio aktif pada sekelompok pelaku meditasi Buddhis, beliau berharap dapat mengikuti aliran darah dalam otak, menyalakan bagian-bagian yang paling aktif. Tetapi satu-satunya cara bagi Newberg untuk mendapatkan gambaran jelas saat mereka mencapai puncak konsentrasi meditasi adalah dengan duduk di ruang sebelah, mengikatkan benang disekitar jarinya dan melingkarkan ujung satunya di bawah pintu dan membiarkannya di samping para pelaku meditasi. Saat mereka mencapai puncak kosentrasi meditasi, mereka menarik benang, dan Newberg memasukkan bahan pewarna ke dalam lengan para pelaku meditasi. Hasil-hasilnya menunjukkan bahwa otak tidak berhenti bekerja saat bermeditasi tetapi menghalangi informasi memasuki parietal lobe.
Sementara itu, Benson mengambil sekelompok Sikhs yang sangat dapat memusatkan pikiran dalam meditasi, di saat sebuah mesin MRI mengeluarkan bunyi berdentangan, selanjutnya ia mengukur aliran darah dalam otak mereka. Keseluruhan aliran darah menurun, tetapi pada daerah-daerah tertentu termasuk sistim limbic (daerah yang menghasilkan emosi-emosi dan memori-memori serta mengatur kecepatan jantung, kecepatan yang berhubungan dengan pernapasan dan metabolisme) mengalami kenaikan.
Richard Davidson di Universitas Wiscounsin di Madisan telah memakai penggambaran otak untuk menunjukkan bahwa meditasi mengubah aktivitas di cortex kepala depan (tepat di belakang dahi kita) dari belahan kanan ke kiri. Penelitian Davidson menunjukkan bahwa bermeditasi dengan teratur, otak diarahkan lagi dari suatu mode perkelahian atau hal luar biasa yang tegang menjadi suatu penerimaan keadaan, satu perubahan yang meningkatkan kepuasan. Manusia yang mempunyai watak negatif cenderung mempunyai orientasi bagian kepala depan kanan, orang yang berorientasi bagian kepala depan kiri lebih bersemangat tinggi, lebih banyak minat, lebih relaks dan cenderung menjadi lebih gembira, walaupun mungkin memiliki tingkatan hidup lebih rendah.
Studi-studi tentang meditasi bergerak ke era moderen di Maret 2000, saat Dalai Lama bertemu dengan para psikolog dan ahli ilmu syaraf Barat di Dharamsala, India, dan mendorong the Mind and Life Institute untuk mengorganisir studi-studi tentang para guru yang telah mencapai tingkat meditasi tinggi dengan memakai teknologi penggambaran paling maju, hasil-hasilnya akan didiskusikan pada bulan September di sebuah koferensi di M.I.T (juga akan merencanakan tahap-tahap penelitian selanjutnya). Studi-studi ini tidak hanya memberikan sebuah pengertian yang lebih jelas tentang bagaimana otak bekerja selama meditasi, tetapi juga menyediakan banyak foto adegan para bhikkhu memakai elektroda yang mengagumkan.
Apa yang ditemukan para ilmuwan melalui studi-studi ini adalah dengan latihan yang cukup, syaraf-syaraf dalam otak akan menyesuaikan dengan sendirinya untuk mengendalikan aktivitas di bagian depan tersebut, bagian tersebut adalah daerah otak yang berhubungan dengan konsentrasi. Itulah yang dilatihkan kepada para samurai dan pilot kamikaze dan yang dikotbahkan oleh Phil Jackson: belajar untuk menjadi sadar sepenuhnya akan saat ini. Robert Thurman (direktur The Tibet House dan ayah aktris Uma Thurman) berkata “Meditasi seperti bensin”. “Di Asia meditasi seperti suatu alat alamiah yang dapat dipakai oleh siapapun. Kita seharusnya memisahkannya dari hanya untuk umat Buddha.”
Meditasi makin dipisahkan dari Buddhisme. Beserta teknik-teknik Zen yang lebih tak dikenal (seperti duduk berjam-jam dalam posisi-posisi yang kelihatannya menyakitkan bagi saya dan meminta dipukul dengan ranting jika Anda merasa akan tertidur), para warga Amerika mencoba Vipassana (yang dimulai dengan memusatkan pada pernapasan Anda), meditasi berjalan (pertama-tama berjalan dengan sungguh-sungguh perlahan-lahan dan selanjutnya menjadi sangat sadar pada setiap langkah), Transcendental Meditation (atau TM, berulang-ulang mengucapkan sebuah kalimat Sansekerta), Dzogchen (pengolahan suatu kesadaran yang jelas dan seimbang) dan bahkan tarian setengah sadar dengan mata tertutup bergerak berputar-putar mengikuti irama musik. Pada awal tahun depan sebuah buku berjudul ‘Eight Minutes That Will Change Your Life’ karangan Victor Davich yang sebagian besar menganut meditasi sistim Amerika: suatu latihan sehari-hari yang menurutnya dapat dilakukan hanya dalam delapan menit. Ternyata hal tersebut adalah lamanya waktu kita untuk berkonsentrasi yang dikondisikan oleh masyarakat moderen, karena itu adalah jumlah waktu antara iklan-iklan televisi.
Josh Baran (Penulis buku mendatang berjudul 365 Nirvana Here and Now) mengatakan saat otaknya melantur dalam arah yang tidak terpusat dan non meditatif – hal itu seperti saat Anda telah membuka
Kepuasan dan kedamaian batin adalah bagus, tetapi pikirkan berapa banyak warga Amerika akan mulai bermeditasi jika Anda dapat meyakinkan mereka bahwa mereka dapat hidup lebih lama tanpa harus berlari pagi atau makan brokoli. Lebih dari sepuluh tahun yang lalu, Dr. Dean Omish memperdebatkan bahwa meditasi dilakukan bersama yoga dan diet dapat memundurkan penambahan plak dalam pembuluh-pembuluh nadi jantung. Di sebuah pertemuan the American Urological Association bulan April lalu, beliau mengumumkan penemuan-penemuannya yang terbaru bahwa meditasi dapat memperlambat kanker prostat. Sementara dengan hasil-hasil yang menarik, sangat penting untuk dicatat bahwa pasien-pasien tersebut juga menjalani diet dan melakukan yoga. Jon Kabat-Zinn yang mempelajari Buddhisme di tahun 60 an dan mendirikan the Stress Reduction Clinic di the
Selama bertahun-tahun, beliau telah menolong lebih dari 14.000 orang mengendalikan rasa sakit tanpa obat-obatan dengan mengajarkan mereka memusatkan perhatian pada rasa sakit yang mereka rasakan dan menerimanya daripada melawannya. Ia mengatakan “orang-orang ini menderita kanker, AIDS, rasa sakit kronis” “Jika kita berpikir kita dapat melakukan sesuatu untuk mereka, kita akan berada dalam kesulitan besar. Tetapi jika Anda mengubah sistem petunjuk dan mempertimbangkan pengertian bahwa mereka dapat melakukan sesuatu untuk mereka sendiri, jika kita memberi mereka alat-alat yang sangat bermanfaat yang siap mereka pakai, keadaan akan berubah dengan luar biasa.”
Baru-baru ini Kabat-Zinn telah mempelajari sekelompok pasien dengan psoriasi (suatu penyakit kulit yang tidak dapat disembuhkan) biasanya cara pengobatannya adalah para pasien dibawa ke rumah sakit dan berdiri telanjang dalam sebuah kotak sinar ultraviolet yang panas dan berisik dengan memakai kacamata besar penangkal sinar. Tentunya, banyak orang mengalami stres dalam situasi ini. Maka Kabat-Zinn memilih secara acak separuh dari pasien-pasien ini dan mengajarkan mereka meditasi untuk menurunkan tingkat stres mereka saat dalam kotak sinar. Dalam dua percobaan, kulit para pasien pelaku meditasi menjadi empat kali lipat lebih bersih daripada yang tidak melakukan meditasi. Dalam studi lain yang dilakukan bersama Richard Davidson dari Wiscounson, Kabat-Zinn memberikan suntikan flu kepada sekelompok orang yang baru diajarkan meditasi dan yang belum melakukan meditasi, serta mengukur tingkat antibodi dalam darah mereka.
Sementara itu, bukti dari para peneliti tentang meditasi terus bertambah. Misalnya satu studi menunjukkan bahwa para wanita yang bermeditasi dan melakukan visualisasi yang dituntun mempunyai tingkat kekebalan sel yang lebih tinggi, sel tersebut diketahui dapat melawan tumor-tumor payudara. Hasil ini diperoleh setelah banyak studi membuktikan bahwa meditasi dapat menurunkan tekanan darah dengan drastis. Melihat bahwa 60% kunjungan-kunjungan dokter adalah hasil dari kondisi yang berhubungan dengan stres, hal ini tidaklah mengejutkan. Bahkan tidak juga mengejutkan bahwa meditasi seringkali dapat dipakai untuk menggantikan Viagra.
Tetapi meditasi menghasilkan lebih daripada sekedar mengurangi stress. Meditasi juga membawa harmoni dan meningkatkan konsentrasi. Seperti yang diperagakan the Beatles di 1968 saat mereka mengunjungi the Maharishi Mahesh Yogi di asrama Himalayan (mereka telah bertemu di London di tahun 1967), meditasi juga dapat memberikan Anda banyak gravitasi yang dibutuhkan.
Aktris Heather Graham mulai bermeditasi karena saran dari sutradara David Lynch (murid Maharishi juga) 12 tahun yang lalu di studio serial TV
“Transcendental Meditation (meditasi perenungan) mengingatkan Anda bahwa yang paling penting adalah bagaimana yang Anda rasakan dalam batin. Jika Anda mengerti hal itu, Anda mempunyai segalanya.” Lynch yang juga menyutradarai Eraserhead dan Blue Velvet telah bermeditasi dua kali sehari masing-masing selama 90 menit sejak tahun 1973. Ia mengatakan “Saat pada tingkat kesadaran yang dalam, saya mendapatkan lebih banyak ide, dan ide-ide tersebut lebih jernih dan kuat”. Bayangkan hal-hal aneh apa lagi yang akan muncul jika ia bermeditasi selama empat jam sehari.
Goldie Hawn yang telah berlatih selama 31 tahun menyediakan sebuah ruangan khusus di rumahnya sebagai ruang meditasi dan diisi dengan kristal-kristal, bunga-bunga kesukaannya serta foto-foto Dalai Lama dan Mother Teresa. Ia bermeditasi dua kali sehari masing-masing paling sedikit 30 menit. Ia bertanya “Bagaimana Anda belajar menyaksikan emosi-emosi negatif Anda?” “Anda hanya dapat melakukannya dengan duduk diam dan menenangkan pikiranmu.”
Lebih banyak lagi para penggemar baru yang secara jelas bukan pengguna kristal. Eileen Harrington adalah pengelola grup the Federal Trade Commission di Washington yang menangani kasus-kasus penipuan konsumen, beliau mengundang seorang pembicara meditasi untuk memberikan presentasi setelah 11 September. Kira-kira separuh dari pegawainya masih melakukan meditasi. Bill Ford (ketua dari Ford Motors) bermeditasi, dan juga mantan ketua dari agen top rahasia England MI-5. Hillary Clinton pernah membicarakan tentang meditasi, dan keluarga Gores juga tokoh-tokoh yang berubah aliran. Lelaki yang hampir menjadi presiden itu berkata “Kita berdua percaya pada doa yang teratur, dan kita sering berdoa bersama. Tetapi meditasi- karena berbeda dari doa- saya sangat menganjurkannya.” Mantra TM Gore bukan
Walaupun saya tidak bermeditasi secara keagamaan, saya dapat memahami alasan Gore. Menggunakan sedikit waktu dalam kehidupan kita yang terobsesi pada video dan teknologi guna menemukan kembali kesadaran akan hidup saat ini adalah aktivitas yang bermanfaat. Saya merasakan perbedaan yang nyata saat saya dapat berjalan di jalan dengan sangat sadar atas keadaan disekeliling saya, seperti suatu kemampuan pahlawan besar yang khususnya tidak begitu berguna. Bahkan saya dapat membuat diri sendiri tidak perlu ke toilet jika saya berkonsentrasi pada kandung kencing saya dan menerima keadaan penuhnya, walaupun saya tidak begitu yakin hal ini berguna bagi kesehatan. Tetapi jika saya bukan salah satu dari beberapa orang-orang yang saya kenal perlu menjadi lebih aktif dan mengurangi sikap acuh, saya memilih lebih banyak bermeditasi – walaupun saya dapat menggunakan kelas pelatihan kemarahan. Dan jika saya sendiri menghadapi trauma atau penyakit, saya kira saya akan mengikuti meditasi. Itulah kegunaan meditasi bagi para umat Buddha, karena bagaimanapun juga mereka percaya bahwa hidup selalu menghasilkan penderitaan. Satu-satunya pembuktian tambahan saya adalah mereka menemukan ide penderitaan itu sebelum televisi diciptakan.
—dilaporkan oleh Davis Bjerklie, Alice Park dan David Van Biema / New York City, Karen Ann Cullotta /
-diterjemahkan oleh: Jenny H.,
-editor: Bhikkhu Uttamo, Blitar
Diambil dari :