Minggu, 02 Agustus 2009

Dasar Lautan “Tempat Rahasia Menyimpan Rahasia”

Ide Solusi yang Sederhana saja…

Kadang saya bingung. Mengapa? Karena ide yang saya bagikan hanyalah sebuah ide yang sederhana sekali. Ide tersebutpun saya dapatkan dari para klien yang diterapi. Entah kenapa, banyak sekali para klien yang saat dibimbing untuk menyelesaikan masalahnya, khususnya mengenai “Rahasia Kehidupan Masa Lalu” memilih menyimpannya di dasar lautan yang paling dalaaam…

Saya juga tidak tahu mengapa umumnya mereka (khususnya Alam Bawah Sadar mereka) memilih demikian, saya juga tidak tertarik menggali mengapa. Namun, saya lebih tertarik untuk menggunakan ide tersebut, untuk membantu orang lain. Ternyata, hasilnya sangat membantu banyak orang. Untuk itulah, saya bagikan ide ini ke acara Terapi Musik di Radio Sonora. Ternyata hasilnya seru he he… Oh ya, menurut Anda…

Dimana Anda Menyimpan Permata?



Jika Anda memiliki emas permata yang sangat berharga, kira-kira dimana Anda menyimpannya? Tentunya, Anda akan menyimpan emas permata di sebuah tempat yang tersembunyi, bukan? Sebuah tempat yang rahasia, sebuah tempat yang hanya dia dan orang tertentu yang mengetahuinya…

Saya pikir inilah yang menjadi alasan, mengapa orang “sangat” suka menyimpan masalah pribadi, kekelaman masa lalu, trauma yang bersifat pelecehan seksual atau hal lainnya yang bersifat pribadi, ke dalam dasar lautan yang terdalam. Karena disana hening, sepi, gelap dan sangat jauuuh… Dan, tidak ada orang yang tahu. Marilah kita mulai bermain ke…

Dasar Lautan

1.Sekarang, tariklah nafas Anda dalam-dalam, secara perlahan saja, lalu hembuskan dengan lembut. Ulangi beberapa kali sampai terasa nyaman…
2.Setelah lebih nyaman, sekarang pikirkan sebuah pengalaman masa lalu, yang (mungkin) tidak pernah Anda ceritakan ke siapapun. Sebuah rahasia yang Anda simpan bertahun-tahun lamanya. Karena rahasia ini, membuat Anda galau, tidak nyaman, marah, kecewa sekali, perih luka di hati atau menimbulkan perasaan yang tidak enak lainnya… Pikirkan dan pikiran terus…
3.Saat rahasia ini muncul kembali, sekarang secepatnya masukkan rahasia ini ke dalam sebuah kotak khusus, yang sangat rapat, boleh kotak kayu, boleh kotak besi atau kotak apa saja yang sangat aman.
4.Setelah rahasia ini masuk ke dalam kotak tadi, tutuplah yang rapat, sangat rapat. Kuncilah yang kuat, sangat kuat. Kalau perlu di las sehingga udarapun tidak bisa masuk ke dalam kotak tersebut.
5.Bawalah kotak rahasia tersebut ke sebuah lautan atau samudra yang sangat jauh. Sangat, sangat jauh…
6.Setelah tiba di sebuah lautan, jatuhkan, cemplungkan kotak rahasia tadi: “Plung!!!” dan biarkan tenggelam makin dalaaam… (baca kalimat berikut ini seperti Anda berada di dalam lautan yang dalam). Tenggelaaam makin dalaaam… dan makin dalaaam…. dan sangat dalaaam… sangat… sangat… dalaaam… sampai berada di dasar samudra yang sangat dalam.
7.Yakinkan kotak rahasia tersebut berada di tempat yang sangat rahasia dan terbenam makin dalam, tertutup pasir yang ada di dasar lautan…
8.Tariklah nafas dan rasakan perasaan Anda sekarang.
9.Petiklah sebuah hikmah dari kejadian rahasia tadi. Jadikan sebuah kalimat hikmah…
10.Kembalikan ke tempat Anda saat ini berada. Tarik dan buanglah nafas yang sangat panjang, beberapa kali… Syukuri, syukuri dan syukuri kejadian ini.
Sungguh sangat sederhana sekali ide ini, bukan?

Aneh, kok bisa sangat membantu. Sungguh aneh dan gak masuk akal sehat saya…

Terus terang, saya masih bingung mengapa ide “Dasar Lautan” ini bisa bermanfaat.

Ya, sudah. Pokoknya, bagikan dulu aja deh. Siapa tahu, ada yang bisa sharing mengapa


from http://portalnlp.com/?p=353
Readmore »

Hanya mengucapkan ‘Aum’

Para ahli mempelajarinya. Para dokter menyarankannya. Jutaan orang – banyak diantara mereka yang bahkan tidak memiliki kristal – melaksanakannya setiap hari. Kenapa? Karena meditasi bermanfaat.

Oleh: Joel Stein

(Dimuat dalam Majalah Time Vol. 162 No. 4, 4 Agustus 2003 Rubrik Kesehatan, halaman 46 s.d 54)






Sebuah pemikiran yang tidak dapat saya hilangkan, satu-satunya yang terus kembali dan datang pada diri saya dan kegembiraan saya adalah sebagai berikut:

Sungguh sangat membuang waktu. Saya duduk bersilang kaki dibantal warna ungu dengan mata saya tertutup di sebuah studio yoga bersama 40 orang lainnya, kebanyakan dari mereka adalah wanita yang menarik dalam pakaian olahraga.Cukup merupakan suatu prestasi bagi saya untuk tidak memikirkan tentang mereka atau tertawa terkikik-kikik. Saya telah berkonsentrasi pada suara-suara di luar, selanjutnya pada pernapasan dan selanjutnya seharusnya hanya pada realitas keadaan fisik saya saat ini – keadaan fisik yang makin memprihatinkan karena kekurangan darah di kaki kanan saya. Tetapi saya membiarkannya berlalu, selanjutnya saya membiarkan pikiran-pikiran tentang wanita-wanita menarik tersebut pergi, dan selanjutnya masa depan dan masa lalu, dan kecemasan-kecemasan saya tentang bagaimana menulis artikel ini dengan terbaik dan hanya dalam beberapa saat, saya dapat mencapainya. Seperti kegelapan yang tak terbatas, seperti suatu pemisahan dari tubuh saya dan seperti keadaan persis sebelum Anda tertidur, hanya saya dalam keadaan masih terbangun. Sungguh menyenangkan, selanjutnya dengan tiba-tiba saya mempunyai perasaan: saya mungkin melihat televisi.

Setelah 20 menit duduk, kita berhenti untuk beristirahat. Saya tidak akan mengira bahwa duduk di sebuah bantal adalah suatu aktivitas yang memerlukan istirahat. Sebelum kita mulai lagi, pelatih kita, sdri Sharon Salzberg memberikan kesempatan bertanya dan berkomentar. Beliau adalah seorang pendiri the Insight Meditation Society di Barre, Mass., dan penulis “Faith: Trusting Your Own Deepest Experience”. Empat pertanyaan tentang pernapasan, seorang wanita mengeluh “bagi saya berkonsentrasi pada pernapasan adalah terlalu rumit”. “Maksud saya bernapas adalah sesuatu yang kita lakukan paling kompleks.” Dengan singkat saya memikirkan untuk menunggu di luar dan menyerang sebagian besar dari mereka.

Tetapi ilmu pengetahuan terbaru mengatakan bahwa orang-orang yang kelihatannya sangat memprihatinkan ini ternyata mereka mempunyai suatu kelebihan. Untuk satu hal, kemungkinan mereka akan hidup beberapa tahun lebih lama dari saya. Tidak hanya studi-studi menunjukkan bahwa meditasi menambah sistim kekebalan tubuh, tetapi gambaran-gambaran otak menunjukkan bahwa meditasi mungkin dapat kembali mengikat otak-otak mereka untuk menurunkan stress. Sementara itu, kita sebagai pihak yang tidak percaya akan menjadi minoritas. Saat ini sepuluh juta warga Amerika dewasa mengatakan mereka berlatih beberapa bentuk meditasi dengan teratur, dua kali lebih banyak daripada sepuluh tahun yang lalu. Kelas-kelas meditasi saat ini dipenuhi oleh warga Amerika yang tidak mempunyai bola-bola kristal sendiri, mereka tidak juga berlangganan majalah-majalah New Age dan bahkan tidak tinggal di Los Angeles. Bagi para professional yang sedang menanjak karirnya yakin bahwa kehidupan mereka akan lebih stres daripada generasi-generasi sebelumnya yang mempunyai kehidupan lebih sederhana, meditasi adalah pilihan untuk orang pandai. Dan mereka tidak lagi harus mencari guru berjanggut di hutan-hutan untuk melakukannya. Kenyataannya adalah makin susah untuk menghindari meditasi. Meditasi ditawarkan di sekolah-sekolah, rumah-rumah sakit, perusahaan-perusahaan hukum, gedung-gedung pemerintah dan penjara-penjara. Terdapat ruang-ruang spesial untuk bermeditasi di bandara-bandara udara berdampingan dengan kapel-kapel doa dan kios-kios internet. Meditasi adalah topik dari suatu kursus di West Point, Harvard Law Review terbitan musim semi 2002 dan banyak pembicaraan pelatih tim Lakers Phil Jackson di berbagai ruang istirahat.

Di Universitas Maharishi di Fairfeild, Iowa, termasuk akademi-akademi, sekolah-sekolah SMA dan kelas-kelas tingkat dasar, seluruh kelompok murid sekolah tingkat dasar bermeditasi bersama dua kali sehari. The Shambala Mountain Center di Colorado Rochies, sebuah kampus lama, mempunyai tamu sekitar 1.342 orang di 1998 menjadi perkiraan 15.000 orang tahun ini. Hotel-hotel Catskills di New York begitu cepat dijadikan tempat retret-retret meditasi sehingga the Borscht Belt diganti namanya menjadi the Buddhist Belt. Seperti tren besar warga Amerika apapun yang dijadikan sampul TIME, banyak dari pelaksana meditasi tersebut adalah orang-orang terkenal. Disebutkan beberapa antara lain Goldie Hawn, Shania Twain, Heather Graham, Richard Gere dan Al Gore, jika ia masih diperhitungkan sebagai orang terkenal.

Tetapi minat saat ini selain berkenaan dengan budaya juga banyak berkenaan dengan medis. Meditasi dianjurkan oleh banyak dokter sebagai cara untuk mencegah, memperlambat atau setidaknya mengatasi rasa nyeri dari penyakit-penyakit kronis seperti kondisi-kondisi jantung, AIDS, kanker dan kemandulan. Meditasi juga digunakan untuk mengembalikan keseimbangan dalam menghadapi gangguan-gangguan penyakit jiwa seperti depresi, hiperaktivitas dan penyakit defisit perhatian (Attention Deficit Disorder). Dalam suatu penyatuan aliran ilmu kebatinan Timur dengan ilmu pengetahuan Barat, para dokter merangkul meditasi bukan karena untuk kepuasan hati atau kekaguman tetapi karena studi-studi ilmu pengetahuan mulai menunjukkan bahwa meditasi berguna, terutama untuk kondisi-kondisi yang berhubungan dengan stres. Daniel Goleman, penulis Destructive Emotion (suatu percakapan antara Dalai Lama dengan sekelompok para ahli ilmu syaraf) mengatakan “Penelitian meditasi selama 30 tahun memberitahu kita bahwa meditasi berhasil baik sebagai penawar stres”. “Tetapi hal yang lebih menggembirakan lagi adalah adanya penelitian baru tentang bagaimana meditasi melatih pikiran dan kembali membentuk otak”. Tes-tes memakai teknik-teknik gambaran paling canggih menunjukkan bahwa meditasi sesungguhnya dapat mengatur kembali otak, misalnya mengubah alasan disaat kemacetan lalu lintas yang membuat marah menjadi tenang. Dan juga dibandingkan dengan operasi, duduk di bantal sungguh-sungguh jauh lebih murah.

Saat meditasi menjadi suatu aspek penting dalam kehidupan, metode-metode telah dijadikan lebih moderen. Saat ini pembakaran dupa telah dikurangi, tetapi hal itu tetap merupakan inti penting dari filsafat Buddhis. Kepercayaan bahwa dengan duduk dalam kesunyian selama 10 menit sampai 40 menit sehari dengan aktif berkonsentrasi pada pernapasan atau suatu kata atau suatu gambaran, Anda dapat melatih diri sendiri untuk lebih memusatkan perhatian pada hidup saat ini daripada masa lalu dan masa depan, merenungi realitas dan menerimanya dengan sepenuhnya. Meditasi dalam bentuk moderen dan cara Amerika adalah dengan meninggalkan bagian mantra yang mengharuskan Anda menghafalkan suatu kalimat atau bahasa rahasia menjadi pemusatan perhatian Anda pada satu suara atau pernapasan Anda. Dalam sejarah kebanyakan agama dapat ditemukan suatu latihan pengulangan. Terdapat berlusin-lusin ciri khas, dari reaksi relaksasi sampai ke gtummo (suatu sesi latihan delapan jam untuk para bhikkhu Tibet yang memungkinkan mereka mengontrol temperatur pusat tubuh mereka setinggi mungkin untuk mengatasi pencemaran-pencemaran duniawi atau – bahkan lebih mengagumkan – untuk mengeringkan kain jubah basah di punggung-punggung mereka pada temperatur pegunungan Himalaya yang membeku.

Otak seperti halnya badan juga mengalami perubahan-perubahan halus selama meditasi yang mendalam. Studi-studi ilmiah pertama di tahun 60 dan 70an secara dasar membuktikan bahwa pikiran para pelaku meditasi dapat sungguh-sungguh terpusatkan. Seorang peneliti di India bernama B.K. Anand menemukan bahwa para yogis dapat bermeditasi sehingga memasuki keadaan konsentrasi penuh yang sedemikian dalam sampai mereka tidak bereaksi saat tabung panas ditekankan pada lengan mereka. Seorang ilmuwan Jepang bernama T. Hirai menunjukkan bahwa para pelaku meditasi Zen sedemikian terpusat pada waktu saat itu sehingga mereka sendiri tidak pernah membiasakan pada suara detik jam (kebanyakan orang akhirnya memblokir suara, tetapi para pelaku meditasi tetap dapat mendengarnya selama berjam-jam). Studi lainnya menunjukkan bahwa para guru meditasi, tidak seperti para penembak jitu, tidak tersentak ketika mendengar suara tembakan. Herannya, tidak ada seorangpun yang dapat menirunya untuk pertunjukkan di Vegas.

Dr. Herbert Benson, seorang professor medis di Harvard Medical School pada tahun 1967 menunggu sampai tengah malam untuk menyelinapkan 36 pelaku meditasi yang sedang berada dalam keadaan konsentrasi penuh ke dalam laboratoriumnya untuk mengukur detak jantung, tekanan darah, temperatur kulit dan temperatur dubur mereka. Ia menemukan bahwa saat mereka bermeditasi, mereka memakai oksigen 17 % lebih sedikit, kecepatan jantung mereka lebih lambat 3 detak per menit dan gelombang-gelombang theta otak mereka bertambah – seperti yang tampak sebelum tidur- tanpa jatuh ke dalam pola gelombang otak tidur yang sesungguhnya. Dalam buku larisnya tahun 70an berjudul The Relaxation Response, Benson yang mendirikan the Mind / Body Medical Institute memperdebatkan bahwa para pelaku meditasi menetralkan reaksi perkelahian atau hal luar biasa yang menyebabkan stres dan mencapai suatu keadaan yang lebih tenang dan bahagia. Benson mengatakan “Semua yang telah saya lakukan adalah memberikan penjelasan secara biologis tentang teknik-teknik yang telah dilakukan oleh orang-orang selama beribu-ribu tahun”.

Beberapa tahun kemudian, seorang professor ilmu penyakit jiwa di Harvard Medical School yang bekerja bersama Benson, mencatat EEG dari sekelompok subyek yang diajarkan meditasi dan kelompok lain yang diberi buku-buku kaset untuk meredakannya. Setelah beberapa bulan kemudian, para pelaksana meditasi menghasilkan gelombang-gelombang theta jauh lebih banyak daripada para pendengar buku kaset, pada dasarnya menonaktifkan daerah-daerah depan otak yang menerima dan memproses informasi yang berhubungan dengan panca indera. Mereka juga berhasil merendahkan aktivitas di parietal lobe (bagian otak yang terletak dekat puncak kepala yang menyesuaikan Anda pada ruang dan waktu). Dengan menutup parietal lobe, Anda dapat menghilangkan kesadaran / perasaan Anda akan batasan-batasan serta merasa lebih “bersatu” dengan alam semesta yang mungkin lebih tidak membosankan jika Anda merasakannya daripada menceritakan kepada teman Anda.

Studi-studi tentang otak meditasi menjadi lebih canggih setelah alat penggambaran otak ditemukan. Atau, mungkin tidak juga. Pada tahun 1997 Andrew Newberg seorang ahli neurologi di Universitas Pennsylvania memasang IVs yang berisi suatu bahan pewarna yang mengandung radio aktif pada sekelompok pelaku meditasi Buddhis, beliau berharap dapat mengikuti aliran darah dalam otak, menyalakan bagian-bagian yang paling aktif. Tetapi satu-satunya cara bagi Newberg untuk mendapatkan gambaran jelas saat mereka mencapai puncak konsentrasi meditasi adalah dengan duduk di ruang sebelah, mengikatkan benang disekitar jarinya dan melingkarkan ujung satunya di bawah pintu dan membiarkannya di samping para pelaku meditasi. Saat mereka mencapai puncak kosentrasi meditasi, mereka menarik benang, dan Newberg memasukkan bahan pewarna ke dalam lengan para pelaku meditasi. Hasil-hasilnya menunjukkan bahwa otak tidak berhenti bekerja saat bermeditasi tetapi menghalangi informasi memasuki parietal lobe.

Sementara itu, Benson mengambil sekelompok Sikhs yang sangat dapat memusatkan pikiran dalam meditasi, di saat sebuah mesin MRI mengeluarkan bunyi berdentangan, selanjutnya ia mengukur aliran darah dalam otak mereka. Keseluruhan aliran darah menurun, tetapi pada daerah-daerah tertentu termasuk sistim limbic (daerah yang menghasilkan emosi-emosi dan memori-memori serta mengatur kecepatan jantung, kecepatan yang berhubungan dengan pernapasan dan metabolisme) mengalami kenaikan.

Richard Davidson di Universitas Wiscounsin di Madisan telah memakai penggambaran otak untuk menunjukkan bahwa meditasi mengubah aktivitas di cortex kepala depan (tepat di belakang dahi kita) dari belahan kanan ke kiri. Penelitian Davidson menunjukkan bahwa bermeditasi dengan teratur, otak diarahkan lagi dari suatu mode perkelahian atau hal luar biasa yang tegang menjadi suatu penerimaan keadaan, satu perubahan yang meningkatkan kepuasan. Manusia yang mempunyai watak negatif cenderung mempunyai orientasi bagian kepala depan kanan, orang yang berorientasi bagian kepala depan kiri lebih bersemangat tinggi, lebih banyak minat, lebih relaks dan cenderung menjadi lebih gembira, walaupun mungkin memiliki tingkatan hidup lebih rendah.

Studi-studi tentang meditasi bergerak ke era moderen di Maret 2000, saat Dalai Lama bertemu dengan para psikolog dan ahli ilmu syaraf Barat di Dharamsala, India, dan mendorong the Mind and Life Institute untuk mengorganisir studi-studi tentang para guru yang telah mencapai tingkat meditasi tinggi dengan memakai teknologi penggambaran paling maju, hasil-hasilnya akan didiskusikan pada bulan September di sebuah koferensi di M.I.T (juga akan merencanakan tahap-tahap penelitian selanjutnya). Studi-studi ini tidak hanya memberikan sebuah pengertian yang lebih jelas tentang bagaimana otak bekerja selama meditasi, tetapi juga menyediakan banyak foto adegan para bhikkhu memakai elektroda yang mengagumkan.

Apa yang ditemukan para ilmuwan melalui studi-studi ini adalah dengan latihan yang cukup, syaraf-syaraf dalam otak akan menyesuaikan dengan sendirinya untuk mengendalikan aktivitas di bagian depan tersebut, bagian tersebut adalah daerah otak yang berhubungan dengan konsentrasi. Itulah yang dilatihkan kepada para samurai dan pilot kamikaze dan yang dikotbahkan oleh Phil Jackson: belajar untuk menjadi sadar sepenuhnya akan saat ini. Robert Thurman (direktur The Tibet House dan ayah aktris Uma Thurman) berkata “Meditasi seperti bensin”. “Di Asia meditasi seperti suatu alat alamiah yang dapat dipakai oleh siapapun. Kita seharusnya memisahkannya dari hanya untuk umat Buddha.”

Meditasi makin dipisahkan dari Buddhisme. Beserta teknik-teknik Zen yang lebih tak dikenal (seperti duduk berjam-jam dalam posisi-posisi yang kelihatannya menyakitkan bagi saya dan meminta dipukul dengan ranting jika Anda merasa akan tertidur), para warga Amerika mencoba Vipassana (yang dimulai dengan memusatkan pada pernapasan Anda), meditasi berjalan (pertama-tama berjalan dengan sungguh-sungguh perlahan-lahan dan selanjutnya menjadi sangat sadar pada setiap langkah), Transcendental Meditation (atau TM, berulang-ulang mengucapkan sebuah kalimat Sansekerta), Dzogchen (pengolahan suatu kesadaran yang jelas dan seimbang) dan bahkan tarian setengah sadar dengan mata tertutup bergerak berputar-putar mengikuti irama musik. Pada awal tahun depan sebuah buku berjudul ‘Eight Minutes That Will Change Your Life’ karangan Victor Davich yang sebagian besar menganut meditasi sistim Amerika: suatu latihan sehari-hari yang menurutnya dapat dilakukan hanya dalam delapan menit. Ternyata hal tersebut adalah lamanya waktu kita untuk berkonsentrasi yang dikondisikan oleh masyarakat moderen, karena itu adalah jumlah waktu antara iklan-iklan televisi.

Josh Baran (Penulis buku mendatang berjudul 365 Nirvana Here and Now) mengatakan saat otaknya melantur dalam arah yang tidak terpusat dan non meditatif – hal itu seperti saat Anda telah membuka lima halaman buku dan tidak ada yang terbaca – sebenarnya hal tersebut akan menyebabkan kegelisahan. Seorang profesor ahli penyakit jiwa, filsuf dan ahli antropologi di University of California di Irvine bernama Roger Walsh telah mempelajari sampai sejauh mana para pelaku meditasi dapat mengontrol keadaan-keadaan psikologis mereka. “Hanya dalam tahun baru-baru ini saja ilmu penyakit jiwa mengenal penyakit defisit perhatian (Attention Deficit Disorder), tetapi tradisi-tradisi perenungan meditatif telah mengetahuinya selama beribu-ribu tahun bahwa kita semua menderita semacam ADD tetapi hanya tidak mengenalinya.” Hal tersebut semacam defisit konsentrasi / perhatian mendasar manusia yang membuatnya susah untuk tetap membaca sebuah kalimat jika tidak diakhiri dengan sebuah lelucon.

Para psikolog mencoba menemukan apakah meditasi dapat memprogram kembali pikiran-pikiran yang berkecenderungan anti sosial. Sebuah studi di Kings County North Rehabilitation Facility, sebuah penjara dekat Seattle, mengajak para narapidana yang menjalani hukuman kejahatan tidak berat seperti narkoba atau berhubungan dengan alkohol untuk duduk bermeditasi Vipassana selama 10 hari, 11 jam sehari, bergiliran meditasi duduk dan jalan. Mereka dipilih karena mereka membutuhkan rehabilitasi ektrim dan juga sesungguhnya siapa lagi yang dapat dipilih untuk bertahan dengan 11 jam sesi-sesi meditasi? Kira-kira 56% dari para narapidana tersebut kembali ke penjara dalam 2 tahun dibandingkan dengan 75% tingkat pengulangan kejahatan dari para narapidana yang belum melaksanakan meditasi. Para narapidana yang bermeditasi juga memakai narkoba lebih sedikit, minum minuman keras lebih sedikit dan mengalami depresi lebih sedikit. Di Cambridge University, John Teasdale menemukan bahwa kesadaran/perhatian penuh menolong para pasien yang sangat depresi, menurunkan tingkat kekambuhan mereka hingga setengahnya. Wendy Weisel (putri dari dua orang yang selamat dari Holocaust dan penulis buku berjudul Daughter of Absence) selama hidupnya menggunakan obat untuk mengatasi kegelisahannya hingga ia mulai ber meditasi dua tahun yang lalu. Ia melaporkan “Ada suatu perbedaan yang luar biasa”. “Anda tidak memerlukan obat untuk depresi atau ketegangan. Pertama kali dalam kehidupan saya, saya tidak menggunakan obat apapun.”

Kepuasan dan kedamaian batin adalah bagus, tetapi pikirkan berapa banyak warga Amerika akan mulai bermeditasi jika Anda dapat meyakinkan mereka bahwa mereka dapat hidup lebih lama tanpa harus berlari pagi atau makan brokoli. Lebih dari sepuluh tahun yang lalu, Dr. Dean Omish memperdebatkan bahwa meditasi dilakukan bersama yoga dan diet dapat memundurkan penambahan plak dalam pembuluh-pembuluh nadi jantung. Di sebuah pertemuan the American Urological Association bulan April lalu, beliau mengumumkan penemuan-penemuannya yang terbaru bahwa meditasi dapat memperlambat kanker prostat. Sementara dengan hasil-hasil yang menarik, sangat penting untuk dicatat bahwa pasien-pasien tersebut juga menjalani diet dan melakukan yoga. Jon Kabat-Zinn yang mempelajari Buddhisme di tahun 60 an dan mendirikan the Stress Reduction Clinic di the UMass Medical Center di tahun 1979, telah mencoba mencari sebuah peragaan yang lebih ilmiah tentang kekuatan penyembuhan dari meditasi.

Selama bertahun-tahun, beliau telah menolong lebih dari 14.000 orang mengendalikan rasa sakit tanpa obat-obatan dengan mengajarkan mereka memusatkan perhatian pada rasa sakit yang mereka rasakan dan menerimanya daripada melawannya. Ia mengatakan “orang-orang ini menderita kanker, AIDS, rasa sakit kronis” “Jika kita berpikir kita dapat melakukan sesuatu untuk mereka, kita akan berada dalam kesulitan besar. Tetapi jika Anda mengubah sistem petunjuk dan mempertimbangkan pengertian bahwa mereka dapat melakukan sesuatu untuk mereka sendiri, jika kita memberi mereka alat-alat yang sangat bermanfaat yang siap mereka pakai, keadaan akan berubah dengan luar biasa.”

Baru-baru ini Kabat-Zinn telah mempelajari sekelompok pasien dengan psoriasi (suatu penyakit kulit yang tidak dapat disembuhkan) biasanya cara pengobatannya adalah para pasien dibawa ke rumah sakit dan berdiri telanjang dalam sebuah kotak sinar ultraviolet yang panas dan berisik dengan memakai kacamata besar penangkal sinar. Tentunya, banyak orang mengalami stres dalam situasi ini. Maka Kabat-Zinn memilih secara acak separuh dari pasien-pasien ini dan mengajarkan mereka meditasi untuk menurunkan tingkat stres mereka saat dalam kotak sinar. Dalam dua percobaan, kulit para pasien pelaku meditasi menjadi empat kali lipat lebih bersih daripada yang tidak melakukan meditasi. Dalam studi lain yang dilakukan bersama Richard Davidson dari Wiscounson, Kabat-Zinn memberikan suntikan flu kepada sekelompok orang yang baru diajarkan meditasi dan yang belum melakukan meditasi, serta mengukur tingkat antibodi dalam darah mereka. Para peneliti juga mengukur aktivitas otak mereka guna melihat seberapa banyak aktivitas mental para pelaku meditasi berpindah dari otak kanan ke otak kiri. Para pelaku meditasi tidak hanya mempunyai antibodi lebih banyak setelah empat dan delapan minggu sesudah suntikan, tetapi orang-orang yang mempunyai lebih banyak pindahan aktivitas otak kanan ke kiri juga mempunyai antibodi lebih banyak lagi. Kabat-Zinn menunjukkan bahwa makin baik teknik meditasi Anda, makin sehat sistem kekebalan tubuh Anda.

Sementara itu, bukti dari para peneliti tentang meditasi terus bertambah. Misalnya satu studi menunjukkan bahwa para wanita yang bermeditasi dan melakukan visualisasi yang dituntun mempunyai tingkat kekebalan sel yang lebih tinggi, sel tersebut diketahui dapat melawan tumor-tumor payudara. Hasil ini diperoleh setelah banyak studi membuktikan bahwa meditasi dapat menurunkan tekanan darah dengan drastis. Melihat bahwa 60% kunjungan-kunjungan dokter adalah hasil dari kondisi yang berhubungan dengan stres, hal ini tidaklah mengejutkan. Bahkan tidak juga mengejutkan bahwa meditasi seringkali dapat dipakai untuk menggantikan Viagra.

Tetapi meditasi menghasilkan lebih daripada sekedar mengurangi stress. Meditasi juga membawa harmoni dan meningkatkan konsentrasi. Seperti yang diperagakan the Beatles di 1968 saat mereka mengunjungi the Maharishi Mahesh Yogi di asrama Himalayan (mereka telah bertemu di London di tahun 1967), meditasi juga dapat memberikan Anda banyak gravitasi yang dibutuhkan.

Aktris Heather Graham mulai bermeditasi karena saran dari sutradara David Lynch (murid Maharishi juga) 12 tahun yang lalu di studio serial TV Twin Peak yang sangat aneh. Graham mengatakan “Sangat mudah membuang banyak waktu untuk kecemasan dan obsesi, tetapi meditasi menempatkan saya pada sebuah tempat yang sangat bahagia,” Graham biasanya bermeditasi selama 20 menit saat ia bangun dan bermeditasi lagi di siang hari. “Pada akhirnya, semua hal-hal yang berhubungan ketenaran tidak ada artinya sama sekali”.

“Transcendental Meditation (meditasi perenungan) mengingatkan Anda bahwa yang paling penting adalah bagaimana yang Anda rasakan dalam batin. Jika Anda mengerti hal itu, Anda mempunyai segalanya.” Lynch yang juga menyutradarai Eraserhead dan Blue Velvet telah bermeditasi dua kali sehari masing-masing selama 90 menit sejak tahun 1973. Ia mengatakan “Saat pada tingkat kesadaran yang dalam, saya mendapatkan lebih banyak ide, dan ide-ide tersebut lebih jernih dan kuat”. Bayangkan hal-hal aneh apa lagi yang akan muncul jika ia bermeditasi selama empat jam sehari.

Goldie Hawn yang telah berlatih selama 31 tahun menyediakan sebuah ruangan khusus di rumahnya sebagai ruang meditasi dan diisi dengan kristal-kristal, bunga-bunga kesukaannya serta foto-foto Dalai Lama dan Mother Teresa. Ia bermeditasi dua kali sehari masing-masing paling sedikit 30 menit. Ia bertanya “Bagaimana Anda belajar menyaksikan emosi-emosi negatif Anda?” “Anda hanya dapat melakukannya dengan duduk diam dan menenangkan pikiranmu.”

Lebih banyak lagi para penggemar baru yang secara jelas bukan pengguna kristal. Eileen Harrington adalah pengelola grup the Federal Trade Commission di Washington yang menangani kasus-kasus penipuan konsumen, beliau mengundang seorang pembicara meditasi untuk memberikan presentasi setelah 11 September. Kira-kira separuh dari pegawainya masih melakukan meditasi. Bill Ford (ketua dari Ford Motors) bermeditasi, dan juga mantan ketua dari agen top rahasia England MI-5. Hillary Clinton pernah membicarakan tentang meditasi, dan keluarga Gores juga tokoh-tokoh yang berubah aliran. Lelaki yang hampir menjadi presiden itu berkata “Kita berdua percaya pada doa yang teratur, dan kita sering berdoa bersama. Tetapi meditasi- karena berbeda dari doa- saya sangat menganjurkannya.” Mantra TM Gore bukan Florida seperti yang digossipkan.

Walaupun saya tidak bermeditasi secara keagamaan, saya dapat memahami alasan Gore. Menggunakan sedikit waktu dalam kehidupan kita yang terobsesi pada video dan teknologi guna menemukan kembali kesadaran akan hidup saat ini adalah aktivitas yang bermanfaat. Saya merasakan perbedaan yang nyata saat saya dapat berjalan di jalan dengan sangat sadar atas keadaan disekeliling saya, seperti suatu kemampuan pahlawan besar yang khususnya tidak begitu berguna. Bahkan saya dapat membuat diri sendiri tidak perlu ke toilet jika saya berkonsentrasi pada kandung kencing saya dan menerima keadaan penuhnya, walaupun saya tidak begitu yakin hal ini berguna bagi kesehatan. Tetapi jika saya bukan salah satu dari beberapa orang-orang yang saya kenal perlu menjadi lebih aktif dan mengurangi sikap acuh, saya memilih lebih banyak bermeditasi – walaupun saya dapat menggunakan kelas pelatihan kemarahan. Dan jika saya sendiri menghadapi trauma atau penyakit, saya kira saya akan mengikuti meditasi. Itulah kegunaan meditasi bagi para umat Buddha, karena bagaimanapun juga mereka percaya bahwa hidup selalu menghasilkan penderitaan. Satu-satunya pembuktian tambahan saya adalah mereka menemukan ide penderitaan itu sebelum televisi diciptakan.

—dilaporkan oleh Davis Bjerklie, Alice Park dan David Van Biema / New York City, Karen Ann Cullotta / Iowa dan Jean McDowell / Los Angeles).

-diterjemahkan oleh: Jenny H., Surabaya

-editor: Bhikkhu Uttamo, Blitar

Diambil dari :

http://www.samaggi-phala.or.id/dok/aum.doc

Readmore »

Motivasi Belajar—Gunakan Pendekatan Belajar Tuntas (Mastery Learning)

Author: Suhadi

Mengobarkan motivasi belajar dalam diri siswa (motivasi intrinsik) dapat dilakukan oleh seorang guru yang mempunyai kesabaran. Setiap siswa adalah individu yang unik, yang mempunyai tingkat kemampuan, minat, dan bakat yang berbeda-beda, baik dalam hal intensitas maupun arah. Guru yang mempunyai tingkat kesabaran tinggi akan dapat menunjukkan kepada siswa-siswanya bahwa semua orang mampu mempelajari sesuatu (termasuk materi ajar di kelas), walaupun dengan alokasi waktu dan upaya yang berbeda-beda. Pendekatan belajar tuntas (mastery learning) dapat dilaksanakan dan mempunyai efek meningkatkan motivasi belajar intrinsik. Pendekatan ini mengakui dan mengakomodasi semua siswa yang mempunyai berbagai tingkat kemampuan, minat, dan bakat tadi asal diberikan kondisi-kondisi belajar yang sesuai. Adanya alokasi waktu khusus untuk remedial dan pengayaan dalam penerapan KTSP di sekolah-sekolah memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk menuntaskan belajarnya pada suatu kajian.

masing-masing siswa membutuhkan alokasi waktu dan upaya yang berbeda-beda untuk menguasai suatu materi ajar

masing-masing siswa membutuhkan alokasi waktu dan upaya yang berbeda-beda untuk menguasai suatu materi ajar

Pada pembelajaran yang menggunakan pendekatan belajar tuntas (mastery learning), siswa-siswa yang mengalami kesulitan mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan akan mendapatkan pelajaran tambahan (remedial) agar mereka juga bisa sukses melewati kajian itu. Sedangkan bagi siswa yang berhasil tuntas menguasai kajian tersebut dapat diberikan program pengayaan (enrichment). Satu hal penting yang harus diingat dalam penerapan pendekatan belajar ini adalah: Penggunaan komunikasi yang tepat memegang peranan sangat penting. Ini berkaitan dengan upaya agar siswa yang lamban tidak merasa rendah diri, dan siswa yang cepat menguasai suatu kajian tidak menjadi tinggi hati. Juga, kemungkinan efek bahwa mengulang-ulang suatu kajian dan kebutuhan waktu yang banyak untuk menguasai suatu materi ajar bagi siswa yang lamban sebagai sesuatu yang memalukan harus dihindarkan. Efek pendekatan belajar tuntas (mastery learning) justru harus dan dapat diarahkan oleh guru agar menumbuhkan rasa percaya diri dalam diri siswa. Guru harus dapat meyakinkan bahwa semua siswa bisa menguasai suatu materi ajar, walaupun beberapa memerlukan alokasi waktu yang lebih banyak dan upaya yang lebih keras. Kebutuhan alokasi waktu yang berbeda-beda, dan upaya keras atau mudah yang diperlukan masing-masing siswa adalah suatu hal yang sangat alamiah dan lumrah.

Rasa percaya diri yang besar akan muncul seiring penguasaan-penguasaan siswa lamban terhadap materi ajar. Jika ini dapat dipertahankan dalam setiap pembelajaran yang dilakukan oleh guru, maka motivasi belajar intrinsik akan muncul secara perlahan dan segera memberikan efek balik yang luar biasa bagi siswa lamban tersebut dan bahkan seluruh kelas.

Hal lain yang harus diingat, dalam penggunaan pendekatan belajar tuntas (mastery learning) guru harus lebih sering memberikan umpan balik (feed back) kepada seluruh anggota kelas. Ini akan memberikan informasi kepada siswa tentang kemajuan penguasaan mereka terhadap suatu kajian yang sedang dipelajari, juga titik-titik kelemahan mereka yang masih harus diperbaiki. Kejelasan informasi sedang berada di titik mana kemampuan siswa dibanding penguasaan materi ajar yang harus dituntaskan oleh siswa akan membantu siswa-siswa belajar dengan lebih efektif dan efisien


diambil dari sini

Readmore »

Jadikan Impian Anda Kenyataan

Seorang anak laki-laki bernama Monty Robert yang duduk di bangku SMU mendapat tugas dari gurunya untuk membuat karangan mengenai cita-citanya. Ia pun menulis karangan setebal tujuh halaman yang memaparkan tujuannya untuk memiliki suatu peternakan secara terperinci dan ia bahkan menggambarkan sebuah sketsa tentang peternakan seluas dua ratus acre, yang memperlihatkan lokasi seluruh bangunan, kandang, dan jalur pacuan. Kemudian ia melukis denah yang mendetil untuk rumah seluas empat ribu kaki persegi yang akan terletak di peternakan dambaan hati seluas dua ratus acre itu. Ia benar-benar mencurahkan isi hatinya ke dalam subyek itu dan pada keesokan harinya ia menyerahkan karangan itu kepada gurunya. Dua hari kemudian ia menerima tulisannya kembali.

Di halaman depan tertera huruf F besar dengan catatan yang berbunyi, ‘Temui aku seusai jam sekolah.’

Guru itu berkata, “Ini adalah impian yang tidak realistis untuk anak muda seperti kamu. Kamu tidak punya uang. Kamu tidak memiliki sumberdaya. Peternakan kuda menuntut banyak uang. Kamu harus membeli tanah. Kamu harus membayar harga kuda bibit yang asli, kemudian kamu juga harus mengeluarkan biaya untuk kuda pacek yang mahal. Kamu sama sekali tak akan pernah dapat melakukannya.’

Lantas si guru menambahkan, ‘Kalau kamu mau menulis ulang karangan ini dengan tujuan yang lebih membumi, aku akan meninjau kembali nilaimu.’

Anak laki-laki itu pulang dan berpikir keras lama sekali tentang hal itu. Ia bertanya kepada bapaknya mengenai apa yang sebaiknya ia tempuh. Bapaknya berkata, ‘Camkan, Nak, kamu harus membulatkan tekadmu tentang ini. Bagaimana pun, aku pikir ini adalah keputusan yang sangat penting bagimu.’

Akhirnya setelah menimbang-nimbang selama seminggu, anak itu menyetorkan tulisan yang sama, tidak membuat perubahan sedikit pun.

Ia berkata, ‘Anda dapat mempertahankan nilai F itu dan saya akan mempertahankan impian saya.’

Impian yang dinilai tidak realistis oleh guru tersebut ternyata bisa dicapai oleh Monty. Suatu waktu ternyata guru tersebut sempat membawa tiga puluh orang anak berkemah di tanah peternakannya yang berdiri rumah seluas empat ribu kaki seperti yang dicita-citakannya.

Sumber: Chicken Soup for the Soul: Menjadi “Kaya” dan Bahagia Berhati-hatilah Anda dengan pencuri impian (dream stealer) karena orang-orang ini berada di sekitar Anda.
Pencuri impian seringkali mengatakan bahwa impian Anda tidak realistis. Jangan biarkan impian Anda menjadi rapuh karena pendapat seperti itu. Kejarlah impian Anda dan jangan sekali-kali mengejar impian orang lain yang dipaksakan kepada kita.

Monty Robert dalam cerita yang baru saja Anda baca berani mempertahankan impiannya walaupun ia harus menerima nilai F dan pada ahirnya ia membuktikan bahwa impiannya bisa terwujud tanpa harus terpengaruh oleh penilaian gurunya apalagi terpengaruh dengan berbagai alasan yang bisa menghambat kesuksesannya. Jika anda mempunyai impian itu berarti Anda sudah menempuh langkah pertama yang dibutuhkan untuk sukses karena sangat tidak mungkin Anda bisa mewujudkan impian Anda jika Anda sendiri tidak mempunyai impian.

Jika Anda belum mempunyai impian, temukan impian Anda.
Bangunlah kepercayaan dalam diri Anda bahwa impian Anda bisa tercapai. Kepercayaan ini sangat dibutuhkan karena kepercayaan yang kuat akan menggerakkan pikiran Anda untuk mencari jalan dan sarana serta cara untuk mewujudkan impian Anda.

Kejarlah impian Anda dengan tindakan yang berkomitmen sehingga impian Anda tidak memudar atau bahkan mati. Seperti yang dikemukakan oleh Judy Wardell Halliday bahwa “Impian menjadi kenyataan saat kita menjaga komitmen kita terhadapnya.” Kembangkan sikap yang melampaui kemampuan Anda, maka impian Anda yang dikatakan orang lain mustahil tidak hanya mungkin tetapi juga pasti bisa Anda wujudkan. Pada tahun 1950, Walter Elias Disney atau yang kita kenal dengan nama Walt Disney mempunyai impian untuk membangun taman impian bagi anak-anak. Impian Walt ini dianggap gila oleh rekan-rekannya sesama pengusaha, namun Walt tetap dengan pendiriannya. Taman bermain ini akhirnya bisa diwujudkan pada tahun 1955 di Anaheim, California.

Pada waktu pembukaan, Walt Disney mengatakan dalam pidatonya bahwa “Kesuksesan dimulai ketika kita mulai mencipakan impian jauh ke depan. Dan saat kita berkomitmen untuk mencapai impian itu, maka selanjutnya impian itu yang akan menjadi magnet dan menarik kita ke sana.”

Eleanor Roosevelt pernah berkata, “The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams." Ya, masa depan hanyalah milik orang-orang yang percaya akan keindahan mimpi-mimpi mereka.

Oleh Elidjen

http://www.andriewongso.com/awartikel-235-Campus_Corner-Jadikan_Impian_Anda_Kenyataan
Student Affair Manager
Universitas Bina Nusantara

Readmore »

SEKOLAH GRATIS: ANCAMAN, TANTANGAN DAN PELUANG

OLEH : BRUDER FRANS SUGI, FIC

Pada tanggal 16 April yang lalu saya menonton pergelaran wayang kulit semalam suntuk oleh Dalang Ki Seno dari Yogyakarta di Taman Budaya Raden Saleh Semarang: gratis, artinya tidak dipungut biaya sepeser pun. Saya boleh memilih duduk di kursi atau mau lesehan di tikar yang telah disediakan oleh penyelenggara. Itulah gratis, sungguh tidak dibebani apapun.
Pada saat kampanye pemilihan gubernur di suatu provinsi beberapa waktu yang lalu, ada salah satu spanduk- spanduk yang terpampang di jalan-jalan raya berbunyi,”Pilih Si Badu...berarti Pendidikan Dasar Gratis.” Membaca kain rentang tersebut serta-merta terbersit pengertian bahwa pada waktu orangtua memasukkan anaknya ke SD atau SMP orangtua anak tersebut tidak akan dibebani dengan segala macam pembiayaan selama di sekolah. Benarkah ada sekolah gratis?

Ide Sekolah Gratis dan Subsidi Pendidikan
Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo, menyatakan bahwa mulai tahun 2009, semua Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri harus membebaskan siswa dari biaya operasional dan pungutan lainnya. Alasannya: Pemerintah telah meningkatkan kesejahteraan gur u dan menaikkan dana bantuan operasional sekolah (BOS). Hal ini selalu diulang-ulang juga dalam tayangan iklan lewat salah satu stasiun TV Swasta bahwa “Pendidikan gratis mesti bisa!” Tentu saja hal ini tidak berlaku bagi sekolah-sekolah berstandar internasional (SBI), dan rintisan SBI Negeri. Mendengar ide pendidikan gratis pada mulanya ditanggapi sangat positif oleh masyarakat. Masyarakat sangat optimis berharap untuk sungguh diringankan bebannya dalam menyekolahkan anak- anaknya.
Mendiknas dalam kesempatan berdialog dengan sekitar 400 anggota PGRI Kabupaten Temanggung dan Wonosobo beberapa waktu yang lalu mengatakan,”Sekolah gratis melalui dana BOS bukan berarti gratis tidak terbatas, sebab selain biaya operasional sekolah, siswa memerlukan biaya- biaya lainnya, seperti untuk transportasi, pakaian, dan lainnya, apalagi di perkotaan.”
Uang BOS pada kenyataannya belum cukup untuk menyelenggarakan sekolah. Oleh karenanya Pemerintah Daerah harus menambah kekurangan dana, sehingga pendidikan dasar negeri itu gratis. Dengan kata lain, BOS belum mampu mencukupi se penuhnya kebutuhan operasional sekolah. Di berbagai daerah ada bermacam reaksi terhadap kebijakan pendidikan gratis. Dari reaksi - reaksi masyarakat tampaklah bahwa ide pendidikan gratis masih belum dipahami dengan jelas dan benar oleh masyarakat.
Pendidikan gratis ditangkap bahwa siswa tidak lagi dibebani dengan bermacam-macam biaya mulai dari uang pangkal, uang sekolah, uang komite, dan buku penunjang utama. Pada kenyataannya orangtua masih dibebani dengan bermacam pungutan lainnya. Istilah gratis untuk pendidikan gratis tidaklah tepat seluruhnya. Mungkin istilah yang lebih mengena adalah subsidi, karena pada kenyataannya orangtua masih dibebani dengan bermacam pungutan ataupun iuran lainnya.
Penilaian terhadap sekolah gratis mulai bercabang. Pada awalnya, hampir semua kalangan mendukungnya tanpa reserve apa pun. Secara teoritik, sekolah gratis diwujudkan dalam bentuk pembebasan pungutan kepada orangtua murid. Untuk keperluan itu pihak sekolah mendapat jatah dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari Pemerintah. Namun kenyataan lapangan berbicara lain. Orangtua murid masih dibebani berbagai macam pungutan. Orangtua murid belum sepenuhnya terbebas dari biaya pendidikan anak-anak mereka di sekolah yang mendapatkan kucuran dana BOS tersebut.
Jika memang masyarakat masih dibebani oleh sejumlah iuran sekolah dan biaya-biaya tambahan lainnya, pertanyaan yang patut digulirkan adalah apakah masih tepat penggunaan istilah 'pendidikan gratis' ini? Apa sesungguhnya batasan yang tepat untuk hal ini? Dengan demikian ide atau konsep pendidikan gratis masih serba mendua!

Tantangan dan Peluang bagi Sekolah Swasta
Pendidikan gratis telah diberlakukan bagi siswa SD dan SMP di Indonesia. Hal yang perlu dijelaskan dan perlu dipahami baik-baik adalah kebijakan itu hanya berlaku bagi siswa sekolah negeri dan tidak berlaku bagi siswa sekolah swasta. Siswa sekolah berstandar internasional (SBI), meskipun sekolah negeri, juga tidak mengalami kemudahan ini.
Hal lain yang perlu dijelaskan adalah bahwa pengertian gratis tidak berlaku untuk seluruh komponen pendidikan. Meski di SD atau SMP Negeri, orangtua juga harus menanggung sebagian biaya pendidikan.
Problem lain atas kebijakan pendidikan gratis terkait dengan nasib sekolah swasta. Kebijakan ini berpotensi mematikan sekolah swasta. Sampai hatikah Pemerintah membiarkan begitu saja sekolah swasta dalam keadaan sekarat? Kiranya Pemerintah perlu mencarikan solusinya sebagai jalan keluar bagi tetap eksisnya sekolah swasta yang notabene disebut sebagai mitra pemerintah. Dapatkah Pemerintah memberikan bantuan yang sekedar meringankan beban penderitaan sekolah swasta? Misalnya dengan memberikan tenaga-tenaga kependidikan DPK. Apabila ada guru-guru yang telah mengajar di sekolah swasta dan ada kesempatan tes menjadi tenaga PNS dan diterima, mereka itu tetap ditempatkan di sekolah-sekolah tempat mereka mengajar. Hal seperti ini sudah sangat jarang terjadi. Seandainya terjadi pun harus ada 'amplop' yang menyertai permohonan dari pihak Yayasan yang membutuhkannya.
Dengan adanya kebijakan pendidikan gratis, banyak anggota masyarakat mengarahkan pendidikan anak-anaknya di SD dan SMP Negeri. Secara otomatis mereka
'meninggalkan' sekolah swasta. Jumlah siswa SD dan SMP swasta pun kian menipis karena tersedot oleh sekolah-sekolah negeri. Dengan demikian banyak sekolah swasta terancam tutup dan tidak mampu beroperasi lagi.
Haruskah Pemerintah membiarkan sekolah swasta tutup? Dalam hal ini diperlukan kebijakan yang sungguh bijak dari Pemerintah. Bagaimanapun, sekolah swasta, terutama yang sudah hadir sebelum kemerdekaan, seperti Tamansiswa, Muhammadiyah, NU, Kristen, Katolik, telah menunjukkan komitmennya untuk membangun pendidikan nasional. Jika tiba-tiba mereka dibiarkan mati, rasanya kurang pas untuk ukuran budaya Indonesia. Maka, tidaklah bijak jika Pemerintah membiarkan sekolah swasta menderita.

Landasan Konstitusional
Pembukaan UUD Negara RI tahun 1945 alinea ke-4 menyatakan bahwa Pemerintah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Rumusan ini menyiratkan adanya kesadaran tinggi dari para pendiri negara kita bahwa pendidikan adalah elemen ter penting dalam upaya mewujudkan kesejahteraan bangsa. Pernyataan itu kemudian diperkuat dalam Batang Tubuh UUD RI tahun 1945 Pasal 31 ayat (1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan dan Pasal 31 ayat (2) Semua warga negara wajib memperoleh pendidikan dasar dan Pemerintah wajib membiayainya.
Merujuk pada Pasal 31 ayat (1) UUD Negara RI 1945, pendidikan adalah sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi oleh setiap warga negara. Pihak mana pun tidak berhak untuk mengecualikan orang lain untuk mendapatkan pendidikan. Bahkan ada kewajiban bagi Pemerintah untuk membiayainya. Dengan kata lain, Pemerintah, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, sampai pemerintah kabupaten dan kota, har us menjamin penyelenggaraan pendidikan tanpa memungut biaya (Pasal 34 ayat 2 UU tentang Sisdiknas). Ini dapat diar tikan bahwa biaya-biaya terkait dengan penyelenggaraan pendidikan ditanggung oleh negara.
Jika mengacu kepada Pasal 9 dan 34 UU tentang Sisdiknas, rumusan Pasal 31 UUD Negara RI 1945 menjadi melemah. Dalam kedua pasal tersebut dinyatakan bahwa masyarakat mempunyai kewajiban memberikan dukungan sumber daya dalam penyelenggaraan pendidikan (Pasal 9) dan memiliki tanggung jawab menyelenggarakan program Wajib Belajar (Pasal 34). Jelaslah bahwa ada ide kontradiksi.

Permasalahan Sekolah-sekolah Katolik
Pasang surut, berubahnya situasi atau keadaan dalam hidup di alam ini adalah hal yang biasa. Kata orang Jawa bagaikan cakra manggilingan (roda berputar); kadang kala ada bagian yang di atas, ada yang di bawah, di samping karena mengalami perputaran. Sejak lama masyarakat mengakui dan lebih dari itu mempercayai bahwa Sekolah-sekolah Katolik itu baik, bermutu. Sekolah Katolik banyak diminati orang. Bahkan Sekolah-sekolah Katolik menolak calon murid baru karena terlalu banyak peminat, sedangkan kapasitas tempat tidak mencukupi. Ini satu kenyataan dari sekian banyak hal positif dari Sekolah-Sekolah Katolik.
Persoalannya sekarang adalah masihkah seperti itu keadaannya? Ataukah sekarang ini keadaan Sekolah-sekolah Katolik sudah berubah? Jangan-jangan kita masih bangga, namun kebanggaan kita terhadap Sekolah Katolik tinggal dalam kenangan (!) Marilah kita bermenung sejenak dengan hal-hal nyata di bawah ini.
Pertama, merosotnya peminat terhadap sekolah Katolik yang sebagian mengakibatkan penutupan sekolah atau menggabungkannya dengan sekolah sejenjang terdekat.
S i t u a s i d e m i k i a n b e r d a m p a k s a n g a t l u a s u n t u k keberlangsungan Sekolah Katolik. Kita tahu dan sadar bahwa biaya penyelenggaraan sekolah sepenuhnya menjadi tanggung jawab Yayasan. Yayasan mengandalkan uang dari orangtua murid. Memang di sana-sini masih ada sisa-sisa tenaga guru negeri DPK dari Pemerintah, namun jumlahnya tinggal sangat sedikit. Apabila jumlah murid merosot dengan sendirinya penerimaan uang sekolah juga mengecil. Kita tahu dan sadar bahwa penerimaan uang sekolah ini sebagai sumber vital untuk menyelenggarakan sekolah-sekolah. Masih untung apabila Yayasan pengelola masih mempunyai unit- unit sekolah lainnya yang surplus, sehingga masih ada kemungkinan untuk subsidi silang. Keadaan yang tidak menggembirakan ini semakin diperburuk dengan adanya program Pemerintah yaitu Pendidikan Gratis di tingkat Pendidikan Dasar 9 tahun untuk Sekolah-sekolah Negeri. Menjadi kenyataan pula orangtua yang tahu ada pendidikan gratis akan segera dan tergesa-gesa memasukkan anaknya ke sekolah-sekolah negeri yang 'gratis,' meskipun pada kenyataannya tidak akan ada sekolah gratis.
Kedua, terjadi lunturnya ciri khas yang selama ini menjadi keunggulan Sekolah-sekolah Katolik. Misalnya: sikap disiplin, muridnya pintar-pintar, ada ketegasan dari sekolah, tidak pilih kasih, muridnya rapi-rapi, warganya ramah-tamah. Lihat saja dengan adanya siswa-siswi Sekolah Katolik yang pada bergerombol membolos meninggalkan pelajaran dan jalan-jalan di mall, sebagian lagi terlibat penggunaan obat-obat terlarang, tawuran antara siswa-siswa Sekolah Katolik sendiri. Hal yang sungguh memprihatinkan sampai ada anak usia SD Katolik di bawah nama pelindung seorang santa berkelahi sampai meninggal.
Ketiga, mengikisnya semangat perhatian kepada mereka yang lemah, kecil, miskin dan tersingkirkan. Biaya pendidikan di Sekolah Katolik menjadi mahal, dan kurang terjangkau oleh kalangan umat Katolik sendiri. Berbagai keluhan kerap kita dengar dari umat Katolik,”Bagaimana mungkin kami mampu membayar uang sekolah atau uang gedung kalau jumlahnya begitu banyak!”
Keempat, terjadi kemerosotan mutu sekolah dan guru. Zaman serba akademik seperti sekarang ini orang selalu mengarahkan mata dan perhatian kepada sejauh mana mutu akademik para lulusan suatu sekolah. Lagi-lagi dulu, pada waktu ada sistem peringkat hasil ujian akhir baik tingkat nasional maupun regional, Sekolah-sekolah Katolik hampir selalu menempati urutan di peringkat papan atas. Sekarang kenyataannya juga sudah berbeda. Beberapa Sekolah Katolik memang masih menempati peringkat atas, namun toh tidak seperti pada waktu lampau. Kondisi seperti ini juga menjadi realitas yang mempengaruhi minat orang menyekolahkan anak-anaknya ke Sekolah-sekolah Katolik.

Lalu : Kita mau Apa?
Apapun yang ada dan mungkin akan terjadi dengan program atau ide Sekolah Gratis, sebagai sekolah Yayasan Katolik kita mesti:
1. Menjadikan dan mengusahakan Sekolah Katolik sebagai tempat anak dan remaja berkembang menjadi manusia dewasa yang mempunyai kematangan pribadi dan religiositas yang terbuka. Dengan kata lain, Sekolah Katolik sebagai tempat anak dan remaja belajar nilai- nilai kemanusiaan yang membebaskan.
2. Menjalin kerja sama yang baik dengan orangtua. Guru di sekolah sebagai pendidik formal, yang melengkapi peran orangtua dari anak dan remaja sebagai pendidik pertama dan utama.
3. Mengupayakan dan selalu menghidupkan semangat subsidiaritas antar sekolah. Prinsip yang kuat membantu yang lemah harus dihidupi dengan penuh syukur. Tidak pada tempatnya dan harus dihilangkan sikap hidup apa yang diperoleh oleh suatu sekolah hanya untuk sekolah itu sendiri. Di sinilah kita juga dituntut mengusahakan sikap hemat dalam menggunakan uang dan sarana- prasarana yang ada.
4. Menggalang (sejauh mungkin) kesatuan antara sekolah- sekolah berjenjang dari yang paling rendah ke yang paling tinggi yang ada di lingkungan terdekat: secabang,
a t a u s e r a n t i n g . D i s a m p i n g m e m u n g k i n k a n pendampingan kepada anak didik secara utuh, kita juga dibantu melestarikan keberadaan sekolah-sekolah kita. Merupakan keprihatinan apabila di suatu daerah (cabang atau ranting) satu jenjang sangat diminati, sedangkan jenjang lainnya sangat kekurangan murid. Dalam situasi demikian, kita mempertanyakan ada apa dengan kehadiran atau pelayanan kita di tempat tersebut.
5. Menyadari bahwa keberadaan suatu unit ker ja merupakan tanggung jawab bersama seluruh staf dan guru serta karyawan. Segala bentuk perpecahan atau konflik kepentingan harus dihilangkan karena hal ini akan menghancurkan suatu unit kerja.
6. Meningkatkan kerja sama dan solidaritas antara Yayasan-yayasan Pendidikan Katolik untuk semakin mampu melayani dengan lebih baik.
7. Last but not least sebagai Yayasan Pangudi Luhur, kita mesti memperhatikan mereka yang miskin. Tentu saja hal ini bersumberkan pada teladan Yesus Kristus sendiri. Selama hidup-Nya, Yesus memberikan perhatian yang amat besar dan dengan penuh kemurahan hati kepada orang-orang miskin. Br. Bernardus Hoecken, Bruder FIC Pertama, selalu menekankan,'Para Bruder jangan sekali-kali melupakan orang miskin, karena mereka adalah rahmat bagi kita.”

Sebagai bahan permenungan lebih lanjut dapat juga dibaca artikel-artikel:
1. Menggugat Pendidikan Gratis, J.C. Tukiman Taruna,
KOMPAS, 27 April 2009
2. Problema Pendidikan Gratis, Ki Supriyoko, KOMPAS, 29
Mei 2009

diambil dari: http://web.pangudiluhur.org/html/artikel.php?h=70
Readmore »